Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim dosen STKIP Modern Ngawi berhasil memberdayakan Kader PKK Desa Teguhan melalui pelatihan pengolahan limbah sabut kelapa muda dari usaha Cocomixs menjadi pupuk organik cair bernama PCO-Yococo. Kegiatan ini dilatarbelakangi meningkatnya volume limbah sabut kelapa dan sisa nasi basi rumah tangga yang selama ini tidak dimanfaatkan dan menimbulkan pencemaran lingkungan.
Melalui rangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, sosialisasi, pelatihan, bimbingan teknis, serta pendampingan selama Juni hingga September 2025, kader PKK berhasil menghasilkan total 30.000 ml PCO-Yococo dan mampu menerapkannya pada Kebun Rahayu sebagai pupuk cair organik alternatif. Selain menghasilkan produk pupuk organik, kegiatan ini juga memproduksi luaran berupa buku saku digital, video edukasi, publikasi media massa, dan artikel ilmiah terindeks SINTA. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan lingkungan berbasis masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah secara berkelanjutan.
Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Ngawi menyelenggarakan pelatihan penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) Akreditasi Lamdik 2.0 pada Kamis dan Jumat, 28–29 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di Kantor PCNU Ngawi dengan menghadirkan dosen, pengelola program studi, serta tim akreditasi dari perguruan tinggi di bawah naungan LPTNU Ngawi.
Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan tiga perguruan tinggi, yaitu STKIP Modern Ngawi, Institut Agama Islam (IAI) Ngawi, dan STAI Ma’arif Kendal. Kehadiran kampus tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan mutu akademik sesuai standar akreditasi terbaru dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (Lamdik).
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd., Guru Besar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap instrumen akreditasi terbaru Lamdik 2.0 yang lebih menitikberatkan pada outcome-based education (OBE), capaian pembelajaran lulusan, serta integrasi pengembangan dosen dan mahasiswa.
Menurut beliau, penyusunan LED dan DKPS bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sarana refleksi mutu bagi program studi. “LED memberi kesempatan bagi program studi untuk mengenali kekuatan dan kelemahan internal, sementara DKPS menjadi bukti nyata kinerja yang dicapai. Keduanya harus selaras agar dapat mencerminkan kualitas pendidikan yang sebenarnya,” tegasnya.
H. Rudi Triwachid Ketua PCNU Ngawi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis mendampingi perguruan tinggi di bawah PCNU agar mampu meraih akreditasi unggul. “Kami berharap setelah pelatihan ini, tim akreditasi dari STKIP Modern Ngawi dan IAI Ngawi semakin siap menghadapi proses akreditasi dengan standar baru, serta mampu meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat regional maupun nasional,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi presentasi, diskusi, serta pendampingan teknis penyusunan LED dan DKPS. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi langsung terkait kendala dan strategi yang dapat diterapkan dalam penyusunan dokumen akreditasi.
Dengan adanya kegiatan ini, LPTNU Ngawi bertekad terus mendorong penguatan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama, sekaligus menjawab tantangan akreditasi dan peningkatan kualitas pendidikan sesuai kebutuhan zaman.
Ngawi, 17 September 2023 — Sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan mutu literasi akademik, Program Studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi menggelar Seminar &Workshop Penulisan Karya Ilmiah bagi mahasiswa lintas program studi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam menyusun karya ilmiah yang berkualitas.
Workshop difokuskan pada peningkatan kemampuan menulis ilmiah, mulai dari penyusunan struktur artikel, teknik sitasi, hingga praktik menulis bagian pendahuluan dan metodologi. Pemateri yang dihadirkan merupakan dosen dan praktisi berpengalaman, yang tidak hanya memberikan paparan teori tetapi juga membuka ruang refleksi serta praktik langsung melalui simulasi penulisan. Peserta juga dilibatkan dalam sesi peer review, mendorong kolaborasi dan kemampuan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Dengan terselenggaranya workshop ini, STKIP Modern Ngawi berharap mahasiswa tidak hanya mahir menyerap teori, tetapi juga terampil menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah yang berdampak dan layak publikasi. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan sebagai bagian dari program literasi akademik kampus.
Pada tanggal 16 Januari 2025, Program Studi Pendidikan IPA melaksanakan kegiatan studi banding ke Universitas Ahmad Dahlan, dengan fokus kunjungan pada bagian Observatorium Astronomi. Rangkaian kegiatan mencakup seminar tematik seputar kajian astronomi, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), serta eksplorasi fasilitas observatorium yang digunakan untuk mengamati berbagai objek langit, seperti bulan, planet, dan bintang.
Observatorium astronomi kerap digunakan dalam beragam aktivitas, seperti praktikum mahasiswa, pelatihan rukyat hilal, hingga kegiatan edukasi yang melibatkan masyarakat luas. Fasilitas ini juga berfungsi sebagai pusat kajian ilmu falak dan sarana pembelajaran astronomi, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Dengan adanya fasilitas tersebut, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA memperoleh kesempatan untuk mendalami konsep-konsep astronomi sekaligus merasakan secara langsung pengalaman praktis dalam pemanfaatan observatorium.
Ngawi, 15 Oktober 2024 — Program Studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi kembali menyelenggarakan kuliah tamu untuk memperkaya wawasan mahasiswa, kali ini dengan mengangkat tema “Peran Bioteknologi dalam Pemanfaatan Potensi Kearifan Lokal Kabupaten Ngawi.” Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, pukul 13.00–15.00 WIB, bertempat di STKIP Modern Ngawi.
Kuliah tamu ini menghadirkan narasumber Dr. Hasan Subekti, M.Pd., seorang akademisi dan praktisi di bidang bioteknologi, yang membagikan wawasan mengenai bagaimana konsep-konsep bioteknologi dapat diadaptasi dan diintegrasikan dengan kearifan lokal dalam konteks daerah, khususnya Kabupaten Ngawi. Beliau mengulas potensi lokal yang dapat dikembangkan melalui pendekatan bioteknologis seperti fermentasi tradisional, pemanfaatan mikroorganisme, hingga inovasi pangan berbasis lokal.
Selain itu, Dr. Hasan Subekti, M.Pd. juga membagikan wawasan mengenai pemanfaatan teknologi modern, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang semakin relevan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan menekankan pentingnya menggabungkan teknologi canggih dengan nilai-nilai lokal dalam proses pembelajaran. Artificial Intelligence (AI), dalam hal ini, diposisikan bukan sekadar sebagai alat, tetapi juga sebagai media pengembangan inovasi pendidikan dan bioteknologi yang adaptif terhadap konteks budaya setempat.
Tempat wisata Selo Ondo dimanfaatkan sebagai media belajar luar ruang oleh mahasiswa Pendidikan IPA. Praktikum ini tidak hanya melengkapi teori kelas, tetapi juga menghadirkan pengalaman observasi dan penelitian langsung di alam.
Selama kegiatan di Selo Ondo, mahasiswa tidak hanya mengamati lingkungan sekitar melalui pengukuran pH air dan identifikasi tanah, tetapi juga melakukan pengamatan hayati terhadap berbagai spesies lokal. Dan juga mengumpulkan buah pinus yang digunakan sebagai bahan pembuatan briket pinus.
Selain melakukan observasi terhadap lingkungan alam, para mahasiswa juga menguji langsung kincir air di aliran sungai kawasan wisata. Kegiatan ini bertujuan untuk memahami prinsip kerja konversi energi, di mana arus air dimanfaatkan untuk memutar baling-baling sebagai sumber energi mekanik. Melalui pengujian tersebut, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana energi kinetik air diubah menjadi energi listrik dengan bantuan dinamo atau generator, sekaligus mengenali potensi kincir air sebagai sumber energi alternatif melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Dalam rangka penguatan mutu kurikulum, Program Studi Pendidikan IPA STKIP Modern Ngawi menyelenggarakan kegiatan peninjauan yang melibatkan Prof. Dr. Wahono Widodo, M.Si. dari Universitas Negeri Surabaya. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi kurikulum menuju pendekatan berbasis Outcome-Based Education (OBE), yang menekankan pada keselarasan antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan kebutuhan riil di dunia kerja maupun perkembangan ilmu pengetahuan terkini.
Peninjauan kurikulum dilakukan secara kolaboratif oleh tim dosen Prodi IPA dengan melibatkan Wakil Ketua I bidang akademik. Fokus utama kegiatan ini adalah menyelaraskan Capaian Pembelajaran Lulusan(CPL) dengan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah(CPMK), serta memperkuat integrasi nilai-nilai saintifik, pedagogik, dan kontekstual lokal dalam struktur kurikulum.
Selain itu, kegiatan ini turut berperan dalam mengimplementasikan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) sebagai komponen utama dalam penilaian mutu akademik. Peninjauan ini diharapkan menghasilkan dokumen kurikulum yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.